NasionalWisata

Jelang Nataru, Pemerintah Diminta Evaluasi Keamanan dan Kenyamanan Transportasi ke Pulau Wisata Maratua

Avatar
63
×

Jelang Nataru, Pemerintah Diminta Evaluasi Keamanan dan Kenyamanan Transportasi ke Pulau Wisata Maratua

Sebarkan artikel ini

Jelang Nataru, Pemerintah Diminta Evaluasi Keamanan dan Kenyamanan Transportasi ke Pulau Wisata Maratua

Kab.Berau, Kaltim(LA)- Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026 arus wisatawan menuju Pulau Maratua diprediksi meningkat signifikan. Pada periode tersebut, transportasi laut dari Tanjung Redeb menuju Maratua menjadi jalur vital bagi keluarga, wisatawan, hingga pelaku usaha pariwisata yang menggantungkan aktivitasnya pada konektivitas laut.

Namun di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, warga kembali menyoroti kualitas layanan transportasi laut, terutama fasilitas dan standar keselamatan speedboat yang melayani rute tersebut. Sorotan ini muncul karena berbagai persoalan dinilai belum pernah dibenahi secara serius oleh pemerintah maupun penyedia jasa.

Salah satu keluhan terbesar adalah ketiadaan fasilitas toilet dalam speedboat yang menempuh perjalanan tiga jam tanpa pemberhentian. Kondisi tersebut dianggap tidak manusiawi bagi penumpang anak anak, perempuan, hingga wisatawan yang tidak terbiasa bepergian jarak jauh tanpa akses toilet.

“Tiga jam menggunakan transportasi laut tanpa toilet itu tidak pernah dipikirkan pemerintah. Bagaimana kalau penumpang ingin buang air? Apa solusinya?” ujar seorang warga.

 

Sebagai bentuk masukan konstruktif, warga mengusulkan solusi sederhana namun sangat membantu, yakni pemberhentian singkat sekitar 10 menit di Dermaga Kasai atau sebaliknya. Dalam momen singgah itu, pihak speedboat dapat menanyakan kepada penumpang apakah ada yang ingin buang air atau membutuhkan waktu istirahat sebentar.

 

Pelayanan seperti ini dinilai sangat penting, terlebih untuk menjaga kenyamanan wisatawan agar citra pariwisata Maratua tetap baik.

 

Selain persoalan fasilitas, warga juga kembali menyoroti aspek keselamatan. Mereka mengingatkan kembali insiden ketika sebuah speedboat mati mesin di tengah laut dan penumpang harus terombang ambing selama berjam jam menunggu evakuasi.

 

Situasi tersebut membuat banyak penumpang panik, dan menurut warga, seharusnya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah.

 

Untuk mencegah kejadian serupa, warga mengusulkan agar setiap speedboat rute jauh wajib menggunakan dua mesin agar memiliki alternatif jika salah satu mesin mengalami gangguan.

 

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Laut, pemerintah sebenarnya telah menetapkan kewajiban penyediaan fasilitas dasar seperti toilet, tempat duduk layak, jaket pelampung lengkap, serta standar keselamatan lainnya. Aturan ini seharusnya menjadi panduan bagi operator dan titik pengawasan bagi pemerintah daerah.

 

Dengan meningkatnya jumlah penumpang pada libur Nataru, warga berharap pengawasan terhadap kelayakan armada speedboat diperketat, mencakup kondisi mesin, kapasitas angkut, ketersediaan alat keselamatan, hingga pelayanan penunjang seperti pemberhentian singkat yang ramah penumpang.

 

“Kami ingin libur Nataru berjalan aman dan nyaman. Pemerintah harus lebih serius mengecek kondisi setiap speedboat, apalagi Maratua adalah wajah pariwisata Berau,” tambah warga lainnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait mengenai keluhan fasilitas maupun standar keselamatan pada speedboat rute Tanjung Redeb Maratua.

 

Redaksi membuka ruang klarifikasi apabila pemerintah atau pengelola transportasi memiliki penjelasan, solusi, atau langkah pembenahan terhadap persoalan tersebut.***

Penulis : Teguh S.H

Tinggalkan Balasan