Nasional

AHY Tegaskan Giant Sea Wall Pantura sebagai Pilar Perlindungan Nasional

17
×

AHY Tegaskan Giant Sea Wall Pantura sebagai Pilar Perlindungan Nasional

Sebarkan artikel ini
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 (Foto : Humas Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan)

Jakarta, (LA) – Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya pembangunan Giant Sea Wall Pantura Jawa sebagai upaya menyelamatkan masa depan masyarakat pesisir dan menjaga eksistensi bangsa. Pernyataan ini disampaikan AHY dalam pidato pada International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 yang berlangsung pada 11-12 Juni di Jakarta.

“Melindungi garis pantai bukan hanya soal infrastruktur, ini adalah keputusan untuk menyelamatkan masa depan jutaan rakyat di pesisir utara Jawa. Bagi bangsa yang hidup di kepulauan, melindungi garis pantai adalah melindungi eksistensinya,” tegas AHY.

Proyek Giant Sea Wall: Harapan Baru untuk Pantura

Proyek Giant Sea Wall Pantura Jawa dirancang untuk melindungi pesisir utara Jawa dari ancaman abrasi, kenaikan air laut, dan bencana banjir.
• Skala Raksasa: Tanggul laut sepanjang 500 kilometer, membentang dari Banten hingga Gresik.
• Anggaran Besar: Diperkirakan menelan biaya USD 80 miliar.
• Target Waktu: Pembangunan bertahap dalam 15-20 tahun.

Proyek ini menjadi wujud nyata dari perencanaan jangka panjang sejak 1995 yang kini mulai terealisasi.

Kolaborasi Internasional untuk Infrastruktur Strategis

Konferensi ICI 2025 menjadi panggung penting bagi kolaborasi internasional dengan dihadiri hampir 7.000 peserta dari 26 negara.
• Delegasi dari Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Jepang, dan lainnya hadir.
• Lembaga pembiayaan internasional seperti World Bank, ADB, dan Macquarie turut memberikan dukungan.

Arahan Presiden: Fokus pada Keberlanjutan

Menurut AHY, arahan Presiden Joko Widodo adalah menjadikan proyek ini lebih dari sekadar solusi teknis.

“Ini adalah langkah strategis yang berdampak pada kelangsungan hidup bangsa dalam menghadapi perubahan iklim dan tantangan lingkungan,” katanya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Proyek ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah. AHY menyebut perlunya sinergi antara pihak swasta, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan keberhasilan proyek tersebut.

Harapan untuk Masa Depan

Dalam pidato penutupnya, AHY menyatakan optimisme bahwa Giant Sea Wall akan menjadi simbol kemajuan Indonesia di bidang infrastruktur dan pelestarian lingkungan.

“Kami yakin ini adalah langkah besar menuju bangsa yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan global.”

Konferensi ICI 2025 tidak hanya menjadi momentum strategis bagi proyek ini, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam kolaborasi internasional untuk pembangunan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan