BudayaSiak

Festival Gasing Berembang: Merawat Tradisi, Mempererat Silaturahmi di HUT ke-12 Kampung Rawang Kao Barat

20
×

Festival Gasing Berembang: Merawat Tradisi, Mempererat Silaturahmi di HUT ke-12 Kampung Rawang Kao Barat

Sebarkan artikel ini
Festival Gasing Berembang
Wabup Siak Husni Merza menyerahkan cenderamata Gasing kepada tamu dari Malaysia usai pembukaan Festival Gasing Berembang di Gelanggang Gasing Antan-Antan Ma'dun, Kampung Rawang Kao Barat (Dok. riaupos.jawapos.com)

SIAK (LA) Sebanyak 24 tim gasing dari berbagai kabupaten/kota di Riau dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turut ambil bagian dalam Festival Gasing Berembang. Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-12 Kampung Rawang Kao Barat, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, yang berlangsung meriah pada Jumat (24/1/2025) di Gelanggang Gasing Antan-Antan Ma’dun, Jalan Kompleks Perkantoran Kampung Rawang Kao Barat.

Pembukaan Festival oleh Wabup Siak

Festival ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Siak, Husni Merza. Acara turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga, Camat Lubuk Dalam, Kapolsek, serta penghulu kampung se-Kecamatan Lubuk Dalam. Tak hanya tamu lokal, dua perwakilan dari Pengkalan Renggam, Melaka, yakni Zulkaha bin Ismail dan Suhaimi bin Abdul Samad, juga hadir untuk menyaksikan festival.

Dalam sambutannya, Wabup Husni Merza menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini yang telah menjadi tradisi tahunan. “Festival ini mencerminkan komitmen kuat dalam melestarikan tradisi gasing yang mulai tergerus zaman. Kami akan mendukung keberlanjutan kegiatan ini, termasuk dengan dukungan dana dari APBD Siak,” ujarnya.

Makna Filosofis dalam Gasing

Kepala Kampung Rawang Kao Barat, H Arifin SP, mengungkapkan bahwa festival ini telah menjadi agenda rutin setiap tahun untuk mempererat silaturahmi antar pemain dan masyarakat. “Gasing bukan sekadar permainan, tetapi memiliki filosofi mendalam tentang kehidupan. Tali gasing melambangkan silaturahmi, putarannya mencerminkan dinamika kehidupan, dan kekompakan tim menggambarkan harmoni antara pemimpin dan bawahan,” jelas H Arifin.

H Arifin menambahkan, kegiatan tahun ini mengusung sistem setengah kompetisi dengan 24 tim peserta yang berasal dari Riau dan Kepulauan Riau. Ke depannya, ia berharap festival ini dapat mengundang peserta dari negara-negara serumpun Melayu seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Upaya Melestarikan Tradisi Gasing

Wabup Siak Husni Merza menegaskan pentingnya mempertahankan tradisi gasing sebagai warisan budaya yang hampir punah. “Gasing adalah simbol budaya yang penuh makna dan harus terus digiatkan. Kami mendukung agar festival ini konsisten diadakan dan masuk dalam kalender tetap pariwisata,” katanya.

Festival ini juga menjadi ajang untuk mengenalkan olahraga tradisional gasing kepada generasi muda, sekaligus menjadi daya tarik wisata. “Selain hadiah, rasa puas yang dirasakan oleh peserta dan masyarakat adalah hal yang tak ternilai,” tambah H Arifin.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Festival Gasing Berembang diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi magnet budaya yang tidak hanya menarik perhatian lokal, tetapi juga internasional. Filosofi mendalam dari permainan gasing menjadi pengingat bahwa budaya lokal adalah jembatan yang mempererat hubungan antarindividu dan masyarakat.

Festival ini bukan hanya selebrasi ulang tahun kampung, tetapi juga upaya nyata untuk melestarikan nilai-nilai tradisi yang sarat makna.

Tinggalkan Balasan