Berita

Setelah Terabaikan Selama Belasan Tahun, Stadion Utama Riau Akan Disulap Menjadi Kawasan Bisnis 

Avatar
43
×

Setelah Terabaikan Selama Belasan Tahun, Stadion Utama Riau Akan Disulap Menjadi Kawasan Bisnis 

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU (LA) – Stadion Utama Riau yang megah terletak di Jalan Naga Sakti, Pekanbaru, selama ini lebih banyak tidak terpakai dibandingkan dimanfaatkan. Sejak diresmikan dan digunakan untuk acara besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII pada 2012 lalu, stadion ini hampir tidak berfungsi secara maksimal.

Namun, situasi itu akan segera berubah. Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid, bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, dan anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, melakukan kunjungan kerja ke stadion pada Kamis, (19/6/2025), untuk meninjau kondisi stadion dan membahas rencana strategis yang akan dilaksanakan.

Kunjungan ini merupakan langkah awal yang konkret dalam menyusun rencana besar untuk menghidupkan kembali Stadion Utama dan menjadikannya sebagai pusat pertumbuhan baru di ibu kota Provinsi Riau.

“Selama ini stadion ini baru digunakan dua kali untuk acara besar, yaitu saat pertandingan Indonesia melawan Singapura dan saat PON ke-18. Selain itu, stadion ini belum dimanfaatkan dengan baik dan tidak terawat,” ujar Gubri Wahid.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bertujuan untuk mengubah wajah stadion agar lebih bergairah dan produktif. Gubri menyampaikan rencana pengembangan stadion menjadi kawasan bisnis dan industri olahraga, dengan dukungan dari Komisi V DPR RI dan Kementerian PUPR.

“Kami ingin stadion ini tidak hanya berfungsi sebagai venue olahraga, tetapi juga sebagai kawasan bisnis yang hidup. Olahraga perlu menjadi bagian dari dunia industri agar dapat memberikan nilai dan arti yang nyata bagi pembangunan daerah,” jelasnya.

Ia menilai bahwa lokasi stadion sangat strategis, terutama dengan adanya pembangunan rumah sakit jantung dan otak di sekitar area tersebut yang diharapkan menjadi daya tarik baru.

“Namun, kami ingin memastikan Stadion Utama Riau ini berfungsi terlebih dahulu, sambil secara bertahap merencanakan aspek bisnisnya,” terang Wahid.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw memberikan dukungan positif atas gagasan tersebut. Ia berpendapat bahwa stadion yang telah lama tidak terpakai tersebut harus diberdayakan kembali agar tidak menjadi beban, melainkan aset bagi masyarakat.

“Kedatangan kami bertujuan untuk mendukung upaya Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah dengan merubah stadion yang megah ini agar dapat dimanfaatkan dengan baik,” ucapnya.

Rouw juga setuju bahwa pendekatan industri dan bisnis merupakan aspek penting dalam pengelolaan infrastruktur olahraga. Ia menekankan bahwa untuk memajukan dunia olahraga, dibutuhkan biaya yang besar.

“Jika olahraga tidak terintegrasi dengan dunia bisnis, perkembangan akan terhambat karena kebutuhan biaya yang tinggi. Dengan menjadikannya kawasan bisnis, masyarakat dapat berolahraga sekaligus menikmati hiburan,” tutup Roberth.

Tinggalkan Balasan