Berita

Prof Leny Nofianti Dilantik Jadi Rektor UIN Suska Riau: Perempuan Pertama dengan Visi Global dan Hati Lokal

39
×

Prof Leny Nofianti Dilantik Jadi Rektor UIN Suska Riau: Perempuan Pertama dengan Visi Global dan Hati Lokal

Sebarkan artikel ini
Prof Dr Leny Nofianti MS SE MSi Ak CA jadi rektor perempuan pertama UIN Suska Riau. (ISTIMEWA)

Pekanbaru, (LA) — Sejarah baru tercipta di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Untuk pertama kalinya, pucuk pimpinan universitas itu kini dijabat oleh seorang perempuan. Prof Dr Leny Nofianti MS SE MSi Ak CA resmi dilantik sebagai Rektor UIN Suska Riau pada Senin (26/5/2025) sore dalam prosesi yang berlangsung di Jakarta.

Pelantikan ini dikonfirmasi oleh Wakil Rektor III, Prof Dr Edi Erwan. “Benar, tadi sore sudah dilantik di Jakarta,” ujarnya melalui sambungan telepon, menandai awal babak baru kepemimpinan kampus Islam negeri satu-satunya di Bumi Lancang Kuning.

Visi 2029: UIN Suska Riau Berdaya Saing Global

Dalam pencalonannya, Prof Leny membawa visi yang progresif dan menjanjikan: menjadikan UIN Suska Riau sebagai pusat keunggulan akademik dan riset yang integratif, inovatif, serta kompetitif secara global, menuju peradaban berlandaskan nilai-nilai Islam pada 2029.

Misinya tak kalah berani. Ia akan memfokuskan institusi pada lima pilar utama: pendidikan berkualitas, riset yang berdampak, pengabdian masyarakat, tata kelola unggul, dan penguatan kemitraan strategis di level nasional maupun internasional.

Dari Desa Sungai Salak ke Panggung Nasional

Kisah hidup Prof Leny Nofianti tak kalah menginspirasi. Ia berasal dari Sungai Salak, sebuah desa kecil di Kecamatan Tempuling, Indragiri Hilir. Ayahnya, Mustafa Jalal, adalah seorang guru sekaligus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berjuang keras demi pendidikan anak-anaknya.

Demi masa depan mereka, keluarga memutuskan merantau ke Pekanbaru. “Ayah selalu bilang, kalau mau kuliah, harus di universitas negeri. Karena membiayai empat anak sekaligus bukan perkara mudah,” tutur Prof Leny dalam sebuah kesempatan.

Tekad dan semangat itulah yang menjadi fondasi dalam menapaki setiap jenjang akademik, hingga meraih gelar Guru Besar Ilmu Akuntansi.

Perempuan, Karier, dan Prioritas Keluarga

Meski telah menapaki puncak karier sebagai akademisi dan pemimpin universitas, Prof Leny tidak melupakan peran utamanya sebagai ibu. Ia adalah ibu dari tiga putri dan percaya bahwa karier tidak boleh mengalahkan prioritas keluarga.

“Perempuan harus bisa membagi waktu. Antara pekerjaan, pendidikan, dan keluarga semuanya penting. Tapi keluarga tidak boleh dinomorduakan,” ungkapnya.

Jejak Inspiratif untuk Generasi Muda

Pelantikan Prof Leny Nofianti bukan hanya menjadi tonggak sejarah bagi UIN Suska Riau, tetapi juga pesan kuat bagi generasi muda, khususnya perempuan. Bahwa dengan ketekunan, visi yang jelas, dan dukungan keluarga, tak ada batas bagi siapa pun untuk menorehkan prestasi.

Kini, di bawah kepemimpinannya, UIN Suska Riau bersiap melangkah menuju transformasi akademik dan keilmuan yang lebih progresif—berbasis nilai Islam, namun berwawasan global.

Tinggalkan Balasan