Pekanbaru, (LA) – Umat Katolik di seluruh dunia tengah dirundung kesedihan mendalam setelah kabar wafatnya Paus Fransiskus diumumkan secara resmi. Paus yang dikenal dengan nama lahir Jorge Mario Bergoglio tersebut meninggal dunia pada Senin pagi, 21 April 2025, di Biara Mater Ecclesiae, Kota Vatikan, pada usia 88 tahun.
Kabar ini disampaikan oleh Kardinal Kevin Joseph Farrell melalui pernyataan resmi di Vatikan News. “Saudara-saudari terkasih, dengan dukacita yang mendalam saya harus mengumumkan wafatnya Bapa Suci kita, Fransiskus. Pada pukul 07.35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa,” ungkapnya.
Paus Fransiskus: Teladan Kesetiaan dan Kasih
Dalam pernyataannya, Kardinal Farrell mengenang Paus Fransiskus sebagai sosok yang mengabdikan hidupnya untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya.
- Nilai Injil yang Dihayati
Paus Fransiskus dikenal sebagai pemimpin yang setia pada nilai-nilai Injil. Ia mengajarkan keberanian, kesetiaan, dan kasih universal, terutama kepada mereka yang termarjinalkan. - Kepedulian kepada yang Lemah
Kepemimpinan beliau diwarnai dengan perhatian besar kepada kaum miskin dan terpinggirkan, sebuah misi yang ia jalankan dengan cinta dan dedikasi penuh.
Riwayat Kesehatan yang Memburuk
Sejak Maret 2023, kondisi kesehatan Paus Fransiskus beberapa kali menurun akibat infeksi pernapasan. Ia sempat dirawat di Rumah Sakit Poliklinik Agostino Gemelli pada Februari 2025 setelah didiagnosis pneumonia bilateral. Kondisi ini perlahan memburuk hingga akhirnya beliau menghembuskan napas terakhirnya.
Kenangan Perjalanan Apostolik di Indonesia
Salah satu momen bersejarah dari kepemimpinan Paus Fransiskus adalah kunjungan apostoliknya ke Indonesia pada September 2024. Selama kunjungannya, ia melakukan sejumlah kegiatan penting, termasuk bertemu Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar, sebagai simbol dialog antaragama yang erat.
Warisan Abadi untuk Gereja dan Dunia
Sebagai Paus ke-266, Paus Fransiskus meninggalkan warisan luar biasa bagi Gereja Katolik dan dunia. Ia akan dikenang sebagai sosok yang berjuang untuk perdamaian, persaudaraan, dan kasih universal.
“Dengan rasa syukur yang tak terhingga atas teladannya sebagai murid sejati Tuhan Yesus, kami serahkan jiwa Paus Fransiskus kepada kasih Allah Tritunggal Mahakudus,” tutup Kardinal Farrell.
Umat Katolik di seluruh dunia kini mengiringi kepergian Paus Fransiskus dengan doa dan penghormatan terakhir, mengenang beliau sebagai figur teladan yang tak tergantikan.














