Vatikan, (LA) – Paus Fransiskus mengalami kemunduran dalam proses pemulihannya dari pneumonia ganda setelah mengalami serangan batuk yang mengakibatkan aspirasi muntahan. Vatikan melaporkan bahwa kondisi pernapasan Paus memburuk secara tiba-tiba pada Jumat, 28 Februari 2025, sehingga membutuhkan ventilator mekanis non-invasif untuk membantunya bernapas.
Meskipun mengalami kemunduran ini, Paus Fransiskus yang kini berusia 88 tahun tetap sadar dan kooperatif dengan penanganan medis. Vatikan menyatakan bahwa pertukaran oksigen dalam tubuhnya masih dalam kondisi baik, dan ia tetap mengenakan masker oksigen tambahan untuk menunjang pernapasannya.
Kondisi Kesehatan Paus yang Fluktuatif
Peristiwa ini menjadi perhatian utama setelah selama dua hari sebelumnya laporan kondisi Paus menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Namun, krisis pernapasan yang dialami pada Jumat sore memunculkan kembali kekhawatiran terhadap kesehatannya, terutama karena Paus memiliki riwayat pengangkatan sebagian paru-parunya saat masih muda.
Menurut dokter di Rumah Sakit Gemelli, tempat Paus dirawat sejak 14 Februari, mereka memerlukan waktu 24 hingga 48 jam untuk mengevaluasi dampak episode ini terhadap kondisi kesehatannya secara keseluruhan. Sementara itu, Paus tetap menjalani terapi oksigen serta fisioterapi pernapasan guna mempercepat pemulihannya.
Pendapat Para Ahli Kesehatan
Dr. John Coleman, spesialis paru dari Northwestern Medicine di Chicago, menyatakan bahwa episode ini sangat mengkhawatirkan, mengingat usia Paus dan kondisi paru-parunya yang sudah lemah. Ia menekankan bahwa kondisi ini dapat berubah dengan cepat dan perlu mendapat perhatian serius dari tim medis.
Sementara itu, Dr. William Feldman dari Rumah Sakit Brigham and Women di Boston menilai penggunaan ventilasi non-invasif adalah upaya untuk mencegah perlunya intubasi yang lebih invasif. Namun, ia juga menegaskan bahwa episode ini menandakan adanya perubahan yang mengkhawatirkan dalam kondisi Paus.
Dukungan dan Doa dari Seluruh Dunia
Di tengah ketidakpastian kondisi kesehatannya, doa dan dukungan terus mengalir dari berbagai penjuru dunia. Pada Jumat malam, Kardinal Argentina Victor Manuel Fernandez memimpin doa di Lapangan Santo Petrus, menyerukan doa tidak hanya untuk kesembuhan Paus Fransiskus tetapi juga bagi semua yang menderita akibat perang, penyakit, dan kemiskinan.
Di Mexico City, puluhan umat Katolik berkumpul di katedral untuk berdoa bagi kesehatan Paus. “Dia seperti bagian dari keluarga,” ujar Araceli Gutiérrez, seorang warga yang pernah melihat langsung Paus saat kunjungannya ke Meksiko pada 2016.
Banyak umat Katolik merasa memiliki ikatan emosional dengan Paus Fransiskus, terutama sebagai Paus pertama yang berasal dari Amerika Latin. María Teresa Sánchez, seorang peziarah dari Kolombia, mengungkapkan, “Dia seperti kerabat yang dekat dengan Tuhan. Dia telah melakukan banyak hal untuk agama ini, dan dia adalah sosok yang sangat rendah hati.”
Dengan kondisi yang masih belum stabil, Vatikan terus memantau perkembangan kesehatan Paus Fransiskus dan akan memberikan pembaruan lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan.













