Berita

Bandara Sultan Syarif Kasim II Gelar Pelatihan Membatik untuk Penyandang Disabilitas

44
×

Bandara Sultan Syarif Kasim II Gelar Pelatihan Membatik untuk Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini
General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Bapak Radityo Ari Purwoko saat membuka kegiatan pelatihan membatik. Foto: Humas Bandara SSK Pekanbaru

PEKANBARU, (LA) – Sebagai bagian dari komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II bekerja sama dengan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) menyelenggarakan Pelatihan Membatik. Program ini diinisiasi melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan bertujuan memberikan keterampilan membatik sebagai bekal wirausaha mandiri, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta mendorong inklusi sosial.

Antusiasme dan Semangat Peserta

Sebanyak 10 penyandang disabilitas dari berbagai latar belakang mengikuti pelatihan ini dengan semangat tinggi. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Radityo Ari Purwoko.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga dapat membangun kepercayaan diri dan semangat untuk terus berkarya,” ujar Radityo dalam siaran persnya.

Ketua PPDI Riau, Surflayman, S.Sos, yang akrab disapa Imen, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini. “Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan inklusif, memastikan setiap peserta mendapatkan perhatian dan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” jelasnya.

Pendampingan Profesional dan Kewirausahaan

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini dilaksanakan di Rumah Batik Seroja, Jalan Dt. Setia Maharadja, Tangkerang Selatan, Pekanbaru. Para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari pelatih profesional di bidang batik. Selain mempelajari teknik membatik, mereka juga diberikan pengetahuan dasar tentang kewirausahaan.

Sebagai langkah konkret untuk keberlanjutan, para peserta membentuk kelompok usaha bernama Rumah Batik Duva Widuri, yang diharapkan menjadi wadah kreatif untuk menghasilkan produk berkualitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Komitmen CSR Bandara Sultan Syarif Kasim II

Bandara Sultan Syarif Kasim II terus menunjukkan kepeduliannya melalui berbagai inisiatif CSR, termasuk menciptakan ruang pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini menjadi salah satu contoh nyata peran aktif perusahaan dalam memberdayakan masyarakat dan mendukung penyandang disabilitas untuk lebih mandiri dan berdaya saing.

Dengan program seperti ini, diharapkan akan tercipta lebih banyak ruang untuk inklusi sosial di Pekanbaru, sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis keterampilan lokal seperti membatik.

Tinggalkan Balasan