TNI/POLRI

Sinergi TNI, Polri, BPBD, dan Masyarakat di Sumba Tengah Pulihkan Akses Jalan Pasca Longsor

32
×

Sinergi TNI, Polri, BPBD, dan Masyarakat di Sumba Tengah Pulihkan Akses Jalan Pasca Longsor

Sebarkan artikel ini
longsor

Sumba Tengah, (LA) – Kolaborasi dan semangat gotong royong antara TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan masyarakat setempat berhasil mengatasi dampak bencana longsor di jalan Trans Sumba. Peristiwa longsor yang terjadi di wilayah Tanadaru, Desa Umbu Langang, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Sabtu (28/12/2024), akibat hujan deras, sempat menghalangi jalan utama yang menjadi jalur vital warga.

Langkah Cepat Memulihkan Akses Jalan

Dipimpin oleh anggota Koramil 03 Katikutana Kodim 1613 Sumba Barat, bersama aparat Polri, BPBD, dan masyarakat, kegiatan pembersihan material longsor berlangsung dengan penuh semangat. Dengan menggunakan alat manual seperti cangkul dan sekop, serta dukungan alat berat dari BPBD, material berupa tanah dan batu besar berhasil disingkirkan dalam waktu beberapa jam.

“Kami segera turun ke lokasi untuk memastikan akses jalan kembali normal secepat mungkin. Langkah ini sangat penting agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujar seorang Babinsa Koramil 03 Katikutana.

Dukungan Penuh Masyarakat

Kehadiran aparat dan BPBD mendapat apresiasi dari masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam proses pembersihan. Salah seorang warga menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI, Polri, dan BPBD. Tanpa kehadiran mereka, jalan ini akan sulit dibersihkan dalam waktu singkat,” ujarnya.

Imbauan untuk Waspada

Selain membantu membersihkan material longsor, Babinsa juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim hujan.

“Jika melihat tanda-tanda seperti retakan tanah atau area yang rawan longsor, segera laporkan kepada aparat atau pemerintah desa. Hal ini penting agar langkah antisipasi bisa dilakukan sejak dini,” tegasnya.

Semangat Gotong Royong sebagai Teladan

Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi tantangan bencana alam. Tidak hanya memulihkan akses jalan, kegiatan ini juga memperkuat hubungan sosial dan kerja sama antara pemerintah, aparat, dan warga.

Kini, dengan jalan yang kembali terbuka, aktivitas warga seperti membawa hasil panen ke pasar atau memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat berjalan normal tanpa hambatan.

Inspirasi bagi Daerah Lain

Semangat gotong royong di Sumba Tengah menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadapi bencana alam. Ke depan, diharapkan kolaborasi seperti ini terus terjaga untuk mengatasi berbagai tantangan bersama.

“Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat dalam setiap kesulitan,” tutup anggota Koramil 03 Katikutana.

Tinggalkan Balasan