Nasional

Presiden Prabowo Tegaskan Ketahanan Pangan, Energi Terbarukan, dan Investasi Maritim dalam Forum Bisnis Indonesia-Brasil

36
×

Presiden Prabowo Tegaskan Ketahanan Pangan, Energi Terbarukan, dan Investasi Maritim dalam Forum Bisnis Indonesia-Brasil

Sebarkan artikel ini
Indonesia-Brasil
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Indonesia-Brazil Business Forum, yang digelar di Copacabana Palace, Rio de Janeiro, Brasil, pada Minggu, 17 November 2024. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

BRASIL, (LA) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Brasil di Istana Copacabana, Rio de Janeiro, Brasil, pada hari Minggu, 17 November 2024. Forum ini mempertemukan para pelaku bisnis dari Indonesia dan Brasil untuk membahas peluang kerja sama ekonomi strategis, termasuk di bidang energi, industri, dan perkapalan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyoroti banyaknya kesamaan antara Indonesia dan Brasil, mulai dari sumber daya alam hingga visi strategis untuk masa depan. “Indonesia dan Brasil adalah negara besar dengan populasi yang besar. Kita memiliki sumber daya yang melimpah. Brasil sudah maju dalam industri, sementara Indonesia sedang berusaha mengejar ketertinggalannya melalui industrialisasi. Saya yakin kita dapat menciptakan sinergi yang baik dan hubungan yang saling menguntungkan,” kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyatakan dukungannya terhadap peran Brasil sebagai anggota utama BRICS, sebuah organisasi ekonomi global yang semakin berpengaruh. Kepala negara menegaskan kembali keinginan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat ekonomi nasional.

“Saya mengutus menteri luar negeri ke KTT BRICS di Kazan hanya satu hari setelah kabinet saya dilantik,” katanya. Indonesia ingin bergabung dengan Brasil dan negara-negara anggota BRICS lainnya,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai dasar terpenting bagi pembangunan suatu negara. Ia menyoroti program makanan gratis untuk anak-anak Indonesia sebagai prioritas pemerintahannya dan mempelajari keberhasilan program serupa di Brasil.

“Saya juga ingin belajar dari program sukses Brasil dan telah meminta tim saya untuk mengatur kerja sama lebih lanjut dengan duta besar Brasil untuk Indonesia,” kata Presiden Prabowo.

Di bidang energi, Presiden Prabowo menyoroti potensi besar kerja sama, terutama dalam pengembangan bahan bakar nabati dan energi terbarukan. Indonesia telah menetapkan target untuk meningkatkan penggunaan biodiesel hingga 50 persen pada tahun 2025, dengan menggunakan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku utama.

Mengenai sektor maritim, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia memiliki stok ikan terbesar kedua atau ketiga di dunia, tetapi kekurangan 40.000 kapal penangkap ikan dengan kapasitas 150-300 GT. Presiden Prabowo mengundang perusahaan-perusahaan Brasil untuk berinvestasi di sektor ini sekaligus mendukung program pengembangan sumber daya alam Indonesia.

Presiden Prabowo mengakhiri sambutannya dengan menekankan komitmen Indonesia untuk menciptakan lingkungan bisnis yang positif dan terbuka bagi investasi asing. “Kami bertekad untuk menciptakan lingkungan bisnis yang positif,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Duta Besar Indonesia untuk Brasil Edi Yusup.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Brasil di Istana Copacabana, Rio de Janeiro, Brasil, pada hari Minggu, 17 November 2024. Forum ini mempertemukan para pelaku bisnis dari Indonesia dan Brasil untuk membahas peluang kerja sama ekonomi strategis, termasuk di bidang energi, industri, dan perkapalan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyoroti banyaknya kesamaan antara Indonesia dan Brasil, mulai dari sumber daya alam hingga visi strategis untuk masa depan. “Indonesia dan Brasil adalah negara besar dengan populasi yang besar. Kita memiliki sumber daya yang melimpah. Brasil sudah maju dalam industri, sementara Indonesia sedang berusaha mengejar ketertinggalannya melalui industrialisasi. Saya yakin kita dapat menciptakan sinergi yang baik dan hubungan yang saling menguntungkan,” kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyatakan dukungannya terhadap peran Brasil sebagai anggota utama BRICS, sebuah organisasi ekonomi global yang semakin berpengaruh. Kepala negara menegaskan kembali keinginan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat ekonomi nasional.

“Saya mengutus menteri luar negeri ke KTT BRICS di Kazan hanya satu hari setelah kabinet saya dilantik,” katanya. Indonesia ingin bergabung dengan Brasil dan negara-negara anggota BRICS lainnya,” ujar Presiden.

Selain itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi utama pembangunan sebuah negara. Ia menggarisbawahi program pemberian makanan gratis untuk anak-anak Indonesia sebagai prioritas pemerintahannya, seraya mempelajari keberhasilan Brasil dalam program serupa.

“Saya juga ingin belajar dari program Brasil yang telah sukses, dan saya telah meminta tim saya untuk mengatur kerja sama lebih lanjut dengan Duta Besar Brasil di Indonesia,” ucap Presiden Prabowo.

Dalam bidang energi, Presiden Prabowo menyoroti peluang besar untuk kerja sama, terutama dalam pengembangan biofuel dan energi terbarukan. Indonesia berambisi meningkatkan penggunaan biodiesel hingga 50 persen pada 2025, dengan memanfaatkan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku utama.

Sementara itu, di sektor kemaritiman, Presiden Prabowo menyatakan Indonesia memiliki cadangan perikanan terbesar kedua atau ketiga di dunia, tetapi kekurangan 40.000 kapal penangkap ikan berkapasitas 150-300 GT. Presiden Prabowo pun mengundang pelaku usaha Brasil untuk berinvestasi di sektor ini, sekaligus mendukung program hilirisasi sumber daya alam Indonesia.

Presiden Prabowo mengakhiri sambutannya dengan menggarisbawahi komitmen Indonesia untuk menciptakan iklim bisnis yang positif dan terbuka bagi investasi asing. “Kami bertekad menciptakan lingkungan bisnis yang positif,” tutur Presiden.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam acara ini adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Dubes RI untuk Brasil Edi Yusup.

Tinggalkan Balasan